Fabregas terpaksa mengambil kursus bahasa Prancis untuk memahami pembicaraan rekan-rekan satu timnya.
Gelandang Barcelona Cesc Fabregas melabeli Arsenal sebagai tim yang lebih bernuansa Prancis dibandingkan Inggris, karena para pemain The Gunners lebih sering berbicara dengan bahasa negara mereka.
Fabregas mengungkapkan, keseringannya para pemain Arsenal berbicara bahasa Prancis membuat dirinya harus mengambil kursus. Performa bagusnya juga tidak lepas dari penguasaan bahasa Inggris dan Prancis.
“Berbicara memakai bahasa Inggris sangat penting sekarang. Tapi saya juga belajar bahasa Prancis. Saya tidak ada pilihan lain,” ungkap Fabregas kepada So Foot dikutip Soccernet.
“Arsenal lebih bernuansa Prancis dibandingkan sebagai tim Inggris, karena pemain asal Prancis dan Afrika [dari negara yang menggunakan bahasa Prancis] tidak berbicara bahasa Inggris di antara mereka.”
“Mengambil kursus bahasa Prancis menjadi salah satu cara saya untuk memahami apa yang mereka katakan, dan juga membalas ejekan mereka kepada saya.”
Pengaruh Wenger:
Cecs Fabregas pernah menghabiskan delapan tahun kariernya sebagai pesepakbola dibawah asuhan Arsene Wenger. Ia mengaku bahwa pelatih asal Prancis itu sangat berpengaruh pada gaya bermainnya.
Fabregas didatangkan oleh Wenger ke Arsenal dari tim muda Barcelona pada 11 September 2003. Saat itu, ia baru menginjak usia 16 tahun.
Meski di musim pertama Fabregas masih jarang diturunkan, mulai tahun berikutnya ia mulai diberi kepercayaan untuk mengisi satu pos di barisan lini tengah The Gunners.
Fabregas yang diberi kepercayaan selama tujuh musim oleh Wenger menjadi jenderal lini tengah Arsenal, membuktikan diri dengan gol-gol dan asisst yang ia sumbangkan bagi 'Gudang Peluru'. Selama memperkuat Arsenal dari tahun 2003 hingga 2011, Fabregas menyumbangkan 57 gol dan 103 assist dalam 303 pertandingan.
Dengan produkdtivitas golnya yang cukup tinggi dan gaya bermainnya yang ofensif saat menempati posisi gelandang, Fabregas bahkan sampai dipasang oleh pelatih timnas Spanyol, Vicente del Bosque, sebagai penyerang di perhelatan Piala Eropa 2012 lalu.
Fabregas yang tak canggung menjalankan posisi yang acap kali disebut dengan nama 'False 9' itu mampu menyumbangkan dua gol bagi La Furia Roja di Polandia-Ukraina.
Fabregas yang sadar dengan gaya bermainnya yang ofensif itu lantas menyatakan bahwa ia terpengaruh apa yang ditanamkan oleh Wenger.
"Wenger menunjukkan banyak hal kepada kami, dia membiarkan saya mengenali diri saya adalah pemain seperti apa," terang kepada majalah asal Prancis, So Foot yang dilansir Sportsmole.
"Dia selalu berkata kepada saya: 'Maju, Cesc, maju! Serang! Serang!' sejak masih muda saya mendengar dia mengatakan itu."
"Yang dia sukai adalah melihat tim asuhannya mengambil inisiatif dan menciptakan banyak peluang. Yang dia suka adalah gol. Sebagai contoh, jika kami unggul 3-0, kami masih bisa mencetak dua gol lebih banyak. Dia mendorong Saya untuk melakukannya," tambah pemain yang kini membela Barcelona itu.




Posting Komentar